Iaterkenal sebagai detektif brilian, yang pada saat itu mengandalkan teknologi mutakhir yakni diktograf dalam tugasnya. Diktograf adalah sejenis alat perekam yang pada saat itu hanya Raymondlah pemegang hak eksklusif benda tersebut. Setelah kematiannya pada tahun 1959, nama Raymond identik dengan kehebatan pendeteksian kejahatan.
Dapatdisaksikan di: Netflix / Iqiyi. Hasil kolaborasi yang luar biasa dari penulis naskah Kim Eun Hee (Kingdom, Jirisan) dengan sutradara Kim Won Suk (Misaeng: Incomplete Life, My Mister), Signal yang dibintangi oleh deretan aktor papan atas mulai dari Lee Je Hoon, Kim Hye Soo, hingga Choi Jin Woong ini memang memiliki premis cerita yang cukup menarik.
Samaseperti detektif rata-rata Anda, mereka datang dalam banyak rasa dan telah dieksplorasi dalam banyak permainan selama bertahun-tahun. Berikut ini 5 Detektif Ikonik yang ada di video game: 1. Luke Triton - Professor Layton Series. Seri dari Profesor Layton adalah kumpulan permainan puzzle yang banyak ditemukan di konsol Nitendo.
cash. - Dian Ambarwati, gadis asal Ngawi yang berusia dua puluh tahun, datang ke Surabaya untuk memulai lembaran baru dalam hidupnya. Dua bulan setelah kepindahannya, ia ditemukan mati di bawah tanaman kol banda di suatu tempat yang sepi oleh seorang gelandang. Siapakah yang menyudahi hidupnya? Bekas pacarnya yang di Ngawi, yang ditinggalkannya setelah ramai bertengkar selama dua hari? Ataukah kekasihnya yang baru, yang berusia sepuluh tahun lebih tua dan sudah bertunangan dengan gadis lain? Mungkinkah juga ia dibunuh oleh tunangan kekasihnya yang pernah bersumpah akan mematahkan batang lehernya? Kapten Polisi Kosasih dan sahabatnya Gozali dibuat bingung karena satu pers satu orang yang mereka curigai ternyata mempunyai alibi yang kuat. Siapakah yang menghendaki kematian Dian Ambarwati? Benarkah kematiannya hanyalah kasus penodongan biasa? Benarkah Dian Ambarwati adalah gadis yang polos dan suci seperti yang disangka semua orang, ataukah dia mempunyai latar belakang yang lebih rumit daripada yang diduga? Petikan plot teka-teki kematian itu menjadi jembatan yang memperkenalkan S. Mara Gd dengan pembacanya. Pada permulaan 1985 novel lacaknya yang pertama, Misteri Dian yang Padam, terbit. Novel detektif itu jadi barang baru di antara menjamurnya novel-novel romantis kala itu dan karenanya mendapat sambutan positif. Novel tersebut kemudian diikuti sederetan karya-karya fiksi pelacakan berlatar Kota Surabaya. Novel S. Mara Gd khas dengan judul yang selalu diawali kata “Misteri”. Namanya kemudian melambung sebagai penulis fiksi detektif terproduktif selama dekade 1980-an hingga 1990-an. Harian Kompas 29/7/1988 menulis, “Dalam waktu tiga tahun saja sejak 1985, wanita pengarang ini telah menghasilkan suatu serial novel sebanyak 13 judul.” Tak mengherankan, pada 2013, ketika novel-novel detektif terbaiknya diterbitkan ulang, penerbitnya menyematkan predikat “Penulis Thriller No 1 di Indonesia” di sampulnya. Novel-novel S. Mara Gd menjadikan genre fiksi detektif Indonesia kembali jadi bacaan populer. Namun, tak banyak penulis yang menekuninya secara khusus meski sejak mulanya fiksi detektif selalu memiliki pembaca Lagi Usai Perang Fiksi detektif masuk ke Indonesia sekitar awal abad ke-20. Para penerjemah Sino-Melayu lah yang berjasa memperkenalkan detektif Sherlock Holmes kepada khalayak pembaca Indonesia. Genre ini populer pada dekade 1920-an dan pada 1930-an serial-serial detektif asli Indonesia merajai pasaran bacaan di Hindia Belanda. Semasa pendudukan Jepang dan revolusi kemerdekaan, penerbitan fiksi detektif, juga roman populer umumnya, mati suri. Penerbitan fiksi detektif mulai menggeliat lagi pada 1950-an. Kala itu, fiksi detektif menjadi tema selingan yang menarik minat pembaca selain tema percintaan dan perjuangan. Pada awal 1950-an muncul nama Aryono Grandy. Kisah detektif Naga Mas-nya yang amat terkenal terbit di majalah Terang Bulan sejak Agustus 1952. Kompas 19/9/1991 menulis, “Sejak kemunculan pertamanya, kisah detektif yang sehari-hari memakai nama Dragono dengan profesi wartawan majalah Kriminologi tadi, segera saja digemari oleh masyarakat luas. Selanjutnya serial Naga Mas berturut-turut muncul sampai 13 jilid sebagai buku saku.” Lalu muncullah nama Suparto Brata pada awal 1960-an. Istimewanya, dia menulis dalam bahasa Jawa. Pada 1961, melalui majalah berbahasa Jawa Panjebar Semangat, Suparto Brata pertama kali menerbitkan cerita detektif berjudul Tanpa Tlatjak. Cerbung detektif dengan tokoh utama detektif Handaka itu mendapat sambutan yang baik dari pembaca. Detektif Handaka kemudian menjadi trademark Suparto Brata. Serial-serial petualangannya kemudian rutin mengisi majalah Panjebar Semangat dan Jayabaya. Suparto Brata mendapatkan ide menulis cerita detektif dari kegemarannya membaca Agatha Christie, Georges Simenon, atau Erle Stanley Garner. Bacaan-bacaan itu didapat dari pasar loak dan dilahapnya sebelum memulai menulis fiksi berbahasa Jawa. “Buku-buku rombeng itu ditinggalkan oleh orang-orang Belanda yang terusir dari Indonesia tahun 1956-1958. Terus terang, sejak penulisan Tanpa Tlatjak, terbit di Panjebar Semangat tahun 1961, pikiran saya untuk menulis cerita panjang cenderung meniru kisah-kisah detektif Penguin Books yang telah terukir di hati saya,” tulis Suparto Brata ketika menjawab pertanyaan pengajar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI Dr. Apsanti Djokosujatno di situs ke Masa Jaya Dekade 1980-an adalah masa puncak ketenaran cerita detektif karya penulis Indonesia. S. Mara Gd adalah nama yang selalu disebut jika menyangkut fiksi detektif pada masa itu. Dia tenar berkat petualangan-petualangan Kapten Polisi Kosasih dan sekondannya, Gozali. Beberapa nama lain yang cukup dikenal adalah Hino Mingo dengan Six Balax-nya, Arswendo Atmowiloto dengan karakter detektif cilik Imung, dan V. Lestari. Tetapi tak bisa dipungkiri, S. Mara Gd lah yang paling konsisten dan terkenal di antara mereka. “Penulis lain bukannya tidak ada, tetapi hanya menghasilkan satu-dua karya fiksi detektif saja. Berbeda dengan S. Mara Gd yang terus menulis cerita detektif,” tutur Ibnu Wahyudi, dosen pengampu mata kuliah Sastra Populer di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, ketika saya temui pada Desember 2017. Serupa Suparto Brata, S. Mara Gd awalnya adalah pembaca dan pengagum Agatha Christie. Lebih dari itu, S. Mara Gd juga menjadi penerjemah karya-karya Agatha Christie sejak 1984. Bahkan, kemudian pengaruh Agatha Christie sangat kentara dalam novel-novelnya. “Kekagumannya kepada Agatha Christie itu tercermin benar dalam gaya ceritanya. Alur cerita disusun secara kronologis, sehingga pembaca bisa mengikuti secara cermat perkembangan kejadian dari waktu ke waktu. Tokoh-tokoh cerita pun diperkenalkan dulu di bagian awal, sehingga pembaca sudah mempunyai gambaran terlebih dahulu terhadap para tokoh cerita. Ini semua pola yang digunakan Agatha Christie,” tulis Kompas 13/12/1987. Namun, S. Mara Gd tak mentah-mentah meniru idolanya. Kekhasan Agatha Christie adalah pada caranya memperlihatkan kemampuan deduksi sang detektif. Sementara S. Mara Gd lebih menitik pada plot-plot tak terduga dan motif kelam yang mendorong tokohnya melakukan tindak kejahatan lain yang hampir mendekati produktivitas S. Mara Gd adalah sang veteran Aryono Grandy. Sejak pertama kali menerbitkan kisah detektif pada 1952, serial detektif Naga Mas masih tayang sebagai kisah bersambung di beberapa media hingga 1980-an. Ketika majalah Terang Bulan berhenti terbit sekitar 1982, Naga Mas pindah terbit dalam Harian Bhirawa dan Suara Indonesia di Surabaya 1982. Cerita Naga Mas juga muncul di harian Pikiran Rakyat Bandung 1982-1984, Majalah Liberty Surabaya 1984 serta majalah Detektif & Romantika Jakarta 1987. “Tidak setiap tokoh bisa tetap digemari selama 39 tahun. Banyak rekan sezaman Naga Mas sekarang ini sudah lama mengundurkan diri. Kalau tidak akibat penciptanya meninggal dunia, mungkin juga karena mereka malahan sudah kehabisan bahan petualangan. Bisa kita tengok bagaimana dengan nasib Pacar Mas, Garuda Putih, Gagak Hitam, Elang Emas dan juga Gagak Lodra,” tulis Kompas 19/9/1991. Kendati dekade 1980-an itu novel detektif laris manis di pasaran, nyatanya tak banyak penulis yang tertarik untuk menekuninya sebagai spesialisasi. Selepas S. Mara Gd dan Aryono Grandy, nisbi sedikit penulis yang mengikuti jejak mereka atau berhasil menerbitkan novel detektif yang jadi populer. Pamor fiksi detektif Indonesia pun meredup menjelang pergantian milenium ketiga. Selalu Punya Pembaca Fiksi detektif yang terbit pada 1980-an tumbuh bersama dengan genre novel pop pada umumnya. Pembaca terbesarnya adalah kalangan kelas menengah yang kala itu juga baru tumbuh di kota-kota besar. Pertumbuhan pembaca itu tidak bisa dilepaskan dari pengaruh majalah gaya hidup seperti Femina, Kartini, dan semacamnya. Jadi, segmentasi khusus pembacanya adalah wanita atau ibu-ibu kelas menengah yang mapan. “Di rumah ada pembantu, suami bekerja dengan penghasilan cukup baik. Lalu para wanita yang rata-rata berpendidikan itu hanya di rumah. Lalu apa yang diperlukannya? Yang diperlukannya adalah hiburan, salah satunya melalui bacaan,” tutur Ibnu Wahyudi. Di antara novel-novel populer bertema percintaan dan kehidupan keluarga, novel detektif menjadi karya pembeda. Seperti diakui S. Mara Gd sendiri, ia tidak ingin sekadar menulis cerita yang sudah banyak ditulis orang. Menulis novel detektif juga menjadi caranya untuk menggaet pembaca yang lebih luas daripada novel-novel romansa biasa. “Dengan menyuguhkan tulisan yang bersifat suspense, saya berharap bisa menyediakan bacaan ringan bagi kaum pria yang mendekati selera mereka, sambil mengajak wanita pembaca untuk menyenangi juga pemikiran yang bersifat kritis rasional,” ungkap penulis asal Surabaya itu, dikutip Kompas 29/7/1988. Meskipun kini seakan tenggelam dan sedikit penulis yang menekuninya, novel detektif lawas tidak pernah kehilangan penggemar. Tidak kalah dengan karya-karya Pramoedya Ananta Toer yang dihargai mahal, seri-seri novel detektif second hand juga ramai diburu. Di bursa buku lawas Blok M Square, misalnya, hampir setiap lapak memajang novel detektif karya penulis lokal maupun internasional. Dewi, salah seorang penjual buku di basement Blok M Square, mengaku selalu ada saja pelanggannya yang mencari novel-novel S. Mara Gd. Penjualannya pun terbilang laris. Setiap datang kiriman dari pengepul buku bekas, ia biasa menyisihkan novel-novel pengarang Surabaya itu untuk pelanggan yang sudah memesannya. “Kami selalu rutin nyetok sebenarnya, tapi selalu habis karena memang banyak juga yang mencari. Seperti pelanggan saya dari Palembang yang selalu menanyakan apakah sudah ada stok judul yang belum dia punya. Kalau ada dia pasti minta dikirim,” ujar Dewi di kiosnya, yang saya kunjungi pada Desember 2017. Tak jarang ketika ada pelanggan yang datang langsung ke lapaknya, ia harus meminta maaf karena stok bukunya habis. Imel, juga pedagang buku di Blok M Square, mengatakan bahwa penggemar-penggemar cerita detektif lawas yang datang padanya umumnya berumur paruh baya. “Kalau S. Mara Gd yang nyari orang-orang tua, kalau yang muda-muda enggak ngerti itu siapa. Atau kalau ada yang tahu biasanya mahasiswa untuk skripsi,” kata Imel. Meskipun biasa dikategorikan sebagai bacaan pop dan sering dianggap bukan sastra, toh harga jual novel-novel detektif itu tidak kalah tinggi. Itu karena umumnya para pemburu novel detektif adalah kolektor. “Kalau terbitan baru bisa saya kasih harga murah, tapi kalu yang second asli bisa saya jual lebih dari Apalagi kalau judulnya langka,” lanjut Imel. Kini, novel detektif Indonesia memang agak sulit meraih kejayaan seperti pada dekade 1980-an silam. Tetapi, sebagaimana pembacanya yang tetap ada, beberapa penulis juga mulai berkarya dalam genre ini.“Sepuluh tahun belakangan saya dapati beberapa novel detektif karya penulis kita. Memang tidak seterkenal tahun 1980-an, tetapi tetap ada,” kata Ibnu Wahyudi seraya menyunggingkan senyum. - Humaniora Penulis Fadrik Aziz FirdausiEditor Ivan Aulia Ahsan
Pasti Anda semuanya tidak asing mendengar profesi detektif bukan? yups profesi detektif ini sering muncul pada cerita-cerita film maupun novel. Detektif terkenal yang ada di dunia nyata? Mungkin kalian akan bertanya-tanya, apakah ada detektif di dunia nyata? Kisah detektif bukan hanya terdapat di film-film atau cerita fiksi, detektif sesungguhnya memang ada di dunia nyata ini. Bahkan mereka menjalani hidup seperti apa yang diceritakan oleh beberapa film. Selayaknya aksi Sherlock Holmes dalam filmnya, detektif di dunia nyata juga memang melakukan hal tersebut. Sаrа еtіmоlоgіѕ, kata detektif sendiri adalah orang atau іnѕtіtuѕі yang bеruѕаhа menemukan ѕеbаb musab, kenyataan dаn kebenaran. Sереrtі уаng kіtа kеtаhuі ѕесаrа umum, bahwa kеrjа detektif bеruѕаhа mеngungkар kеbеnаrаn pelanggaran hukum yang dіlаkukаn ѕеkеlоmроk оrаng yang ѕеkіlаѕ аkаn ѕulіt dіungkар karena реrmukааn kejahatan telah dimanipulasi оlеh mеrеkа уаng ingin mеnghіndаr dаrі jеrаt hukum. Nah pada pembahasan artikel kali ini kita akan membahas beberapa detektif terkenal di dunia dan Indonesia. Detektif Terkenal di Dunia1. Dr. Joseph Bell2. Eugene Francois Vidocq3. Sir Arthur Conan DoyleDetektif Terkenal di Indonesia Eye Detective IndonesiaKelebihan Dari Detektif Terkenal di Indonesia1. Rahasia Akan Terjaga2. Memiliki tim yang handal3. Memiliki Pengalaman Yang MumpuniLayanan Jasa Kami Detektif Terkenal Di Indonesia Detektif Terkenal di Dunia 1. Dr. Joseph Bell Sebenarnya Dr. Joseph Bell merupakan seorang dosen sekaligus dokter dari Skotlandia. Selain mengajar, Bell juga sering membantu kepolisian dalam menyelidiki kasus. Bell mengajarkan pentingnya observasi menggunakan semua indera untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dari pasien. Dia kerap menunjukkan kebolehannya dalam menebak profesi dan indikasi penyakit seseorang hanya dari sepintas pandangan. Menurut Irving Wallace dalam The Sunday Gentleman, Bell juga kerap membantu penyelidikan polisi. Salah satu kasus terbesar yang ditanganinya adalah Ardlamont Mystery pada tahun 1893. Bahkan kepiawaiannya dalam menjalani tugas sebagai seorang detektif, ia merupakan sosok inspirasi dari Sherlock Holmes yang ditulis oleh Sir Arthur Conan Doyle. Sir Arthur Conan Doyle sendiri bertemu dengan Dr. Joseph Bell di sekolah kedokteran University of edinburgh dimana Dr. Joseph merupakan dosen disana dan Sir Arthur Conan Doyle juga belajar disana. Bahkan penulis, Sherlock Holmes tersebut pernah menjadi asisten administrasi Dr. Joseph Bell. Melihat aksi-aksinya sebagai detektif, Sir Arthur Conan Doyle menjadikan inspirasi dari sosok Sherlock Holmes yang cerita hingga kini kita nikmati. 2. Eugene Francois Vidocq Berdasarkan kisahnya, dipercaya ia merupakan dikenal sebagai bapak ilmu kriminologi modern. Eugene Francois Vidocq merupakan pelopor dalam penyamaran, balistik, dan sistem pencatatan kasus kriminal. Dia juga yang memperkenalkan cetakan gips sol sepatu dan tinta mengidentifikasi pola sidik jari. Sebelum menjadi seorang detektif yang hebat, Eugene Francois Vidocq sebenarnya merupakan seorang bandit dengan banyak kasus kejahatan. Untuk mendapatkan pengampunan atas berbagai kejahatan yang dilakukannya, Vidocq bekerjasama dengan pemerintah Prancis pada tahun 1809. Dia menjadi informan dan agen rahasia yang berguna karena koneksi yang dimilikinya di dunia kejahatan. Sebagai seorang agen, Vidocq memiliki beberapa identitas yang digunakan untuk memasuki jaringan kejahatan yang berbeda-beda. Selain itu dia memiliki ingatan fotografis yang membuatnya sanggup mengingat wajah kriminal meskipun sedang menyamar dan detail penting di tempat kejadian perkara TKP. Kemudian ia mendirikan Surete Nationale, biro investigasi pertama di Prancis, Vidocq mengajak mantan kriminal untuk bergabung. Vidocq mengajarkan metode investigasi TKP dan balistik kepada anak buahnya. Kemampuan ini membuat mereka bisa memecahkan kasus-kasus pelik lebih cepat. 3. Sir Arthur Conan Doyle Mungkin kalian hanya mengetahui bahwa Sir Arthur hanya sebagai penulis kisah monumental Sherlock Holmes saja. Siapa sangka, penulis Sherlock Holmes pun menjalani hidup seperti tokoh rekannya? Menurut ahli Sherlock, BJ Rahn kepada Mirror, Doyle juga kerap memecahkan berbagai kasus kejahatan yang membingungkan polisi. Dia sering membaca surat permohonan penyelidikan yang dikirim oleh para fans Holmes ke 221B Baker Street. Hal ini dibenarkan oleh Adrian, putra mendiang Doyle. Doyle memecahkan sejumlah kasus menarik, antara lain hilangnya tunangan seorang wanita pada tahun 1909, membantu Henry Paget, Marquess of Anglesey mengungkap kebenaran di balik pencurian permata berharga miliknya, dan yang paling menghebohkan publik adalah penyelesaian kasus George Edalji. Doyle menghabiskan 9 bulan untuk membuktikan kalau Edalji tidak bersalah atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Detektif Terkenal di Indonesia Eye Detective Indonesia Sekarang pekerjaan detektif sudah banyak beredar di lingkungan kita tanpa kita sadari keberadaannya. Pekerjaan ini membantu memata-matai beragam kasus yang terjadi dalam masyarakat,salah satunya menyelesaikan masalah pribadi. Pekerjaan detektif ini lekat kaitanya dengan sosok pria tidak dikenal namun siapa sangka ternyata ada lo detektif wanita tidak percaya? Jika Anda mencari detektif swasta wanita yang terpercaya untuk menangani masalah pribadi Anda,serahkan kepada jasa Kami. Dengan menggunakan jasa Kami beragam kasus bisa ditangani diantaranya kasus penipuan,perselingkuhan,pengintaian dll. Kami merupakan jasa detektif swasta yang ditangani oleh wanita pertama dan terpercaya di Indonesia. Hal ini terbukti dengan jasa Kami banyak digunakan orang lain sampai-sampai jasa Kami bisa masuk dalam berita dalam pertelevisian nasional. Nah oleh sebab itu Anda tidak perlu ragu lagi dengan mempercayakan masalah pribadi kepada jasa Kami. Dalam pengerjaan jasa Kami selalu mengutamakan pelayanan terbaik kepada Anda semua pemakai jasa Kami. Kami siap membantu menyelesaikan permasalahan dengan maksimal dengan memberikan bukti foto ataupun rekaman kejadian langsung. Kelebihan Dari Detektif Terkenal di Indonesia Melalui jasa Kami dalam melakukan pengintaian beragam kasus yang Anda alami,jasa Kami akan memberikan sebuah bukti kuat. Dimana tim Kami akan mengamati gerak gerik target yang dituju sampai kemanapun si target melangkah. Maka dari itu jasa Kami akan memberikan bukti-bukti yang akurat buat Anda. Tentunya sebelum melakukan pengintaian,Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada tim Kami agar Kami bisa mencarikan solusinya. Dengan konsultasi gratis kepada tim Kami diharapkan Anda menceritakan masalah dengan terus terang. Berikut alasan kenapa Anda harus menggunakan jasa dari eye detective 1. Rahasia Akan Terjaga Dalam menjalankan tugasnya tim Kami selalu menjaga secara rapat kerahasiaan informasi dari para client. Ini merupakan sebuah keharusan dan kewajiban daripada layanan jasa Kami ini demi menegakan sebuah prinsip keprofesionalitasnya. 2. Memiliki tim yang handal Jasa detektif Kami memiliki kerja sama dengan sebuah agent eye detektif yang dimana agent ini sangat berpengalaman dan ahli dalam bidangnya. 3. Memiliki Pengalaman Yang Mumpuni Jasa Detektif Kami sudah berpengalaman dibuktikan dengan banyaknya client yang meminta bantuan kepada Kami. Jasa Kami sering di review pada media berita online ternama dan tidak lupa jasa Kami sudah pernah masuk tv. Dengan berbagai keunggulan tersebut bisa Anda peroleh jika menggunakan jasa Kami. Tunggu apalagi,buruan sampaikan kasus Anda kepada jasa Kami untuk penyelesaianya. Kami selalu siap sedia membantu Anda dengan pelayanan terbaik. Hubungi Kami segera! Layanan Jasa Kami Detektif Terkenal Di Indonesia Tidak afdol rasanya jika Kami menyebutkan kelebihan tanpa memberi tahu layanan yang kami miliki. Berikut Kami sampaikan Layanan Yang Tersedia Dalam Jasa Detektif Kami ini – Mampu Mengintai kasus perselingkuhan ataupun pelakor. – Menyelidiki rekan bisnis/rekan kantor Anda yang berbuat curang. – Menyelidiki kasus penipuan ataupun kasus korupsi. – Mencari orang hilang. Jika Anda curiga dengan pasangan Anda dan ingin menyelidiki kebenarannya, langsung hubungi kami Detektif Terbaik Di Indonesia di 0812-9763-1259.
Film detektif memang selalu memiliki jalan cerita yang menarik. Film tentang penyelidikan selalu mengandung misteri dan teka-teki yang perlu diungkap fakta-faktanya. Beberapa film misteri bahkan berhasil menghadirkan plot twist dan bagian ending yang mind blowing sehingga membuat penonton terkagum-kagum. Satu judul bisa membuat kamu memikirkannya berhari-hari setelah tidak heran bila film detektif terbaik kini sudah menjadi jenis tontonan yang sangat digemari masyarakat. Hal ini karena film tipe ini tidak hanya menghibur namun juga memiliki nilai-nilai penting seperti kecerdasan, ketelitian, strategi, dan taktik. Lantas, film detektif mana saja yang sangat recommended dan cocok ditonton di saat-saat waktu luang? Berikut ini adalah sepuluh rekomendasi film detektif untuk kamu yang gemar memecahkan The Silence of the Lambs 1991 agen muda cerdas FBI bernama Clarice Starling Jodie Foster ditugaskan untuk mencari seorang wanita hilang yang diduga diculik oleh psikopat jahat bernama Ted Levine. Dengan kemampuannya, Clarice akhirnya menyadari bahwa ia dapat memahami pikiran Ted dengan meminta bantuan psikopat lain yang kini terkurung di penjara, Dr. Hannibal Lecter Anthony Hopikins. Hannibal sebenarnya adalah seorang psikiater yang dulunya amat dihormati, namun ia berubah menjadi sosok kanibal jahat yang suka membunuh. Ia setuju untuk membantu menangkap Ted asalkan ditempatkan dalam rumah yang jauh lebih nyaman dan Clarice mau mengobrol dengannya membahas mengenai masa lalu Silence of the Lambs diadaptasi dari novel karangan Thomas Harris berjudul sama. Secara keseluruhan ceritanya sedikit menyeramkan dan memancarkan aura misteri yang sangat kuat. Namun, film ini memenangkan lima penghargaan Academy Awards seperti Best Actor in a Leading Role Anthony Hopkins, Best Actress in a Leading Role Jodie Foster, Best Director, Best Writing, dan Best Picture. 2. Memento 2000 membicarakan film detektif, Memento tentu saja tidak boleh dilewatkan. Film pertama Christopher Nolan ini mengusung genre neo-noir dan mystery yang cukup memusingkan. Bila ingin menyaksikan film satu ini, kalian sebaiknya fokus mengikuti alur cerita agar tidak melewatkan detail-detail penting dan berakhir Leonard Shely Guy Pearce, berusaha untuk mencari dan menangkap pembunuh istrinya. Namun, Leo mengidap penyakit amnesia anterograde atau kesulitan mengingat memori jangka pendek membuat kesulitan mengingat apa saja yang sudah ia cerita yang misterius dengan tambahan faktor kriminal membuat filmnya menjadi sangat unik. Apalagi ditambah dengan plot twist yang mind blowing di bagian akhir. 3. Memories of Murder 2003 keren tidak selalu berasal dari dunia hollywood. Ada banyak film Korea yang memiliki jalan cerita yang tak kalah keren. Namun, bila kamu penggemar film detektif, maka Memories of Murder, arahan sutradara Bong Joon Ho adalah yang paling ini diadaptasi dari kisah nyata rentetan kasus pembunuhan berantai misterius yang pelakunya sangat sulit untuk ditangkap. Kisah bermula tatkala dua orang detektif kepolisian yang bertugas di wilayah terpencil Korea Selatan diminta ini bercerita tentang kisah dua detektif yang berada di wilayah terpencil di Korea Selatan untuk menyelidiki kasus pembunuhan wanita oleh orang lama berselang setelah kejadian pertama, muncul kasus baru yang memiliki pola sama sehingga polisi pun menduga ini adalah kasus pembunuhan berantai. Film ini menampilkan perjuangan polisi dalam menyingkap misteri dan menangkap sang pelaku. Ada banyak misteri dan plot twist hebat nan cerdas. Bukan hal aneh bila karya Bong Joon Ho ini mendapatkan respon positif tidak hanya di Korea Selatan, namun juga di dunia internasional. Baca Juga 7 Film Detektif Ini Penuh dengan Teka-teki yang Mengasah Otak 4. Zodiac 2007 diadaptasi dari kasus pembunuhan berantai yang terjadi di California pada masa tahun 1960-1970-an. Film ini menebarkan banyak sekali teka-teki dan misteri di dalamnya. Walaupun sudah terjadi lebih dari lima dekade lalu, identitas asli sang pelaku hingga kini belum ini dibintangi oleh aktor-aktor populer seperti Jake Gyllenhaal, Robert Downey Jr., dan Mark Ruffalo yang bekerja sama untuk mencari identitas pelaku Zodiac. Mark Ruffalo berperan sebagai detektif kepolisian yang ditugaskan menyelidiki kasus ini sedangkan Jake dan Robert berperan sebagai reporter yang sangat terobsesi dengan kasus Zodiac. Bersama-sama, mereka mengejar Zodiac dan berusaha untuk memecahkan kode sandi yang dikirimkan pelakunya melalui Sherlock Holmes 2009 pencinta film detektif tentu sudah akrab dengan judul film yang satu ini. Sherlock Holmes adalah film yang diangkat dari novel legendaris karangan Sir Arthur Conan Doyle. Ada banyak versi Sherlock Holmes yang sudah dibuat, namun versi movie yang dibintangi Robert Downey adalah salah satu yang paling Holmes diceritakan sebagai sosok jenius yang memiliki memori dan kemampuan analisis yang sangat luar biasa. Berkat kemampuannya ini, ia bisa menebak karakter seseorang hanya dengan sekali lihat dan dengan cepat menyelesaikan banyak film arahana Guy Ritchie ini, Sherlock Holmes Robert Downey Jr. bersama dengan rekannya Dr. John Watson Jude Law, mencoba untuk menangkap Lord Blackwood yang dikira bangkit dari kematiannya. Blackwood memiliki motif dan rencana jahat sehingga harus dihentikan sebelum menimbulkan banyak korban. 6. Shutter Island 2010 detektif yang berkualitas memang identik dengan plot twist cerdas dan mind blowing. Shutter Island arahan sutradara legendaris, Martin Scorsese, berhasil memberikan film detektif keren yang berkualitas tentang Teddy Daniels Leonardo Di Caprio adalah seorang detektif yang berusaha untuk menemukan Rachel Solando, pasien RSJ yang terjebak di Shutter Island. Tak sendirian ia bekerja bersama rekannya yang diperankan oleh Mark Ruffalo. Namun, investigasi menjadi sulit dilakukan karena Teddy menyimpan trauma berat akibat kehilangan ini memiliki alur maju mundur dan pergerakan transisi yang agak cepat sehingga penonton harus teliti dan fokus agar bisa menyingkap misteri sesungguhnya. Jangan sampai kelewatan film keren yang satu ini ya. 7. The Girl with the Dragon Tattoo 2011 film bertemakan detektif selanjutnya adalah The Girl with the Dragon Tattoo. Film ini diadaptasi dari novel karangan Stieg Larsson yang memiliki judul sama. Dan dibintangi oleh para bintang berbakat seperti Daniel Craig dan Rooney seorang wartawan bernama Mikael Blomkvist Daniel Craig ditugaskan untuk menyelidiki seorang wanita dari keluarga kaya raya yang sudah menghilang selama lebih dari 40 tahun. Di tengah penyelidikan, hadirlah seorang perempuan bertampang sangar dan berpenampilan nyentrik bernama Lisbeth Salander Rooney Mara.Gadis nyentrik ini memiliki ciri khas tato berupa tato berbentuk naga di tubuhnya. Lisbeth akhirnya membantu Mikael untuk menemukan sang wanita kaya raya. Apakah mereka berhasil menemukan wanita tersebut? 8. Murder on the Orient Express 2017 Sherlock Holmes, ada karakter detektif fiksi yang tak kalah terkenal juga yaitu Hercules Poirot. Karena kepopulerannya, cerita detektif Poirot dalam novel Agatha Christie akhirnya diangkat menjadi film yang bertajuk Murder on the Orient Express. Murder on the Orient Express menceritakan kisah petualangan Hercules Poirot Kenneth Branagh. Saat menikmati liburan, ia dipaksa untuk memecahkan kasus pembunuhan yang menimpa seorang penumpang kereta Orient Express bernama Edward Rechett Johhny Depp, seorang mafia asal Amerika Serikat. Poirot menduga pelaku masih menjadi penumpang kereta dan mencurigai beberapa orang sebagai pelaku yakni Edward Masterman Derek Jacobi, Hector MacQueen Josh Gaad, Caroline Hubbard Michelle Pfeiffer, Pilar Estravados Penelope Cruz, Mary Debenham Daisy Ridley, Dokyer Abuthnot Leslie Odom Jr., dan Gerard Hardman Willem Dafoe.Dengan beberapa integorasi dan pengumpulan bukti, Poirot perlahan mulai menyadari kenyataan pahit dari kasus ini. Tiap tersangka memiliki motif untuk melakukan kejahatan tersebut. Dan detektif Hercules Poirot akhirnya dihadapkan pada fakta yang sangat mencengangkan. 9. Knives Out 2019 film-film detektif sebelumnya mengalmbil latar waktu yang sudah cukup lama, ada Knives Out yang memiliki sentuhan dunia modern. Film ini bercerita mengenai misteri kematian novelis kaya misterius di malam ulang Blanc Daniel Craig ditugaskan oleh sosok anonim untuk memecahkan misteri kematian novelis tersebut. Dengan cepat detektif Benoic segera menyadari adanya kejanggalan dalam kasus ini, namun keadaan keluarga yang sangat rumit ditambah dengan perebutan harta warisan membuat kasus semakin sulit untuk dipecahkan. Film arahan Rian Johnson ini dibintangi oleh banyak bintang populer seperti Chris Evans, Ana de Armas, Christopher Plummer, dan Jaeden Martell. 10. Enola Holmes 2020 Holmes menceritakan kisah gadis remaja usia 16 tahun bernama Enola Millie Bobby Brown. Enola adalah anak bungsu di keluarga Holmes yang terkenal karena anak keduanya adalah detektif terkenal Sherlock tinggal di daerah pedesaan hanya berdua bersama ibunya, Eudoria Holmes Helena Bonham Carter. Namun di hari ulang tahunnya yang ke-16, sang ibu mendadak menghilang dan hanya meninggalkan kode misterius sebagai petunjuk bila ingin ibu mereka yang terlalu mendadak membuat kedua kakaknya, Mycroft Sam Claflin dan Sherlock Henry Cavill harus pulang menemuinya. Sherlock mencoba mencari keberadaan ibu mereka sedangkan Myroft malah mengusulkan agar Enola dimasukkan ke sekolah khusus wanita kelas kakak-kakakknya hanya menganggu, Enola pun kabur dari rumah. Namun, ia malah bertemu dengan Lord Viscount Tewksbury Louis Patridge yang kini seorang buronan. Akankah Enola berhasil menemukan ibunya? Itulah sepuluh film bertemakan detektif terbaik yang sangat recommended untuk kamu saksikan. Film-film ini memiliki jalan cerita yang penuh teka-teki dan sangat tidak biasa. Bila kamu sudah bosan menonton film romansa atau drama petualangan fantasy, film-film di atas mungkin bisa menjadi alternatif tontonan untukmu. Bagaimana? Apa kamu tertarik menyaksikan film detektif di atas? Baca Juga 5 Film Misteri Pembunuhan yang Bikin Mikir Keras Selain Sherlock IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
detektif indonesia yang terkenal